Tewah Teweh
Tewah Teweh
Langkah kakinya bertatih tatih
Terkasan memang pintar
Semburat wajahnya begitu pongah
Mulutnya tanpa tulang meliuk-liuk bagai angin berlalu
Anggapannya dia memang sempurna tapi dia menganggap juga hanya Dia yang sempurna, dan akhirnya kembambungan yang diperolehnya,
Ditumbangkan oleh keadaan.
Hatinya terajut dalam memorry otak dan the power of negatif thinking.