00.00

00.00

Merohanikan dunia sebagai manifestasi bermesrahan dengan Allah

Kiprah Manusia Istimewa Abad ke 7

Kiprah Manusia Istimewa Abad ke 7



Kebiadaban abad klasik merambah ke segala sekte kehidupn. Berawal hilangnya cahaya keabadian yang kian lama merdup dan berubah menjadi cahaya api membara tak berfaedah. Munculah kemusyrikan dan pergejolakan ideologi dan sistem karakter yang timbul firqh-firqah kebiadaban paradigma kemanusiaan. Maka,  berawal dari suatu kegelisahan beberapa manusia yang memang itu adalah qada’ paten dari Tuhan. Tuhan mengutus cahaya yang sebagai sumber dari segala cahaya untuk menerangi jagat bumi dan jagat langit. Hingga itulah segala julukan tertuju pada beliau. Hingga pada 12 Rabiaul Awwal, bersamaan dengan tragedi akan adanya penghancuran ka’bah oleh tentara gajah. Beliau di wujudkan dalam bentuk manusia yang benar biasa dengan memegang berbagai sistem kehidupan. Berbagai sistem kehidupan beliau jalani melebihi manusia pada umumnya. Dari konsep stratifikasi, deferensiasi dan deskriminasi kelas masyarakat. Pemikiran dan segala pengalamannya beliau menjadi sosok Al Amin. 

Berawal dari sebuah kisah yang di rawayatkan oleh sahabat. Kiprah beliau dalam perdagangan yang senantiasa jujur dalam bernegoisasi dan bertransaksi. Kejujuran itulah telah diakui oleh penduduk Makkah sehingga beliau digelari Al Shiddiq. Pujangga Nur abad ke 7, populer dalam memegang kepercayaan (amanah) dan tidak pernah sekali-kali mengkhianati kepercayaan. Tidak heran jika beliau juga mendapat julukan Al Amin (Terpercaya). Dalam tarikh, telah tercatat bahwa Muhammad SAW melakukan lawatan bisnis ke luar negeri sebanyak 6 kali diantaranya ke Syam (Suriah), Bahrain, Yordania dan Yaman. Dalam semua lawatan bisnis, Muhammad selalu mendapatkan kesuksesan besar dan tidak pernah mendapatkan kerugian. Kekuasaan beliau dalam berkiprah dalam segala bidang menimbul cinta yang bijaksana bagi objeknya dan subyeknya sendiri. Tak patut cinta itu bisa di ucapakan oleh nabi hingga detik-detik di ajaknya beliau untuk berpindah alam

Cintanya yang begitu besar kepada umatnya memang tak terbendung oleh waduk yang besar. Namun cintanya mencair hingga sampai pada umatnya.
Terbelenggu Sistem

Terbelenggu Sistem

Aku setiap saat membayangkan bagaimana rasanya hidup di tengah-tengah keramaian. Meskipun begini aku tetap betah juga tinggal di tempat yang sempit ini. Meskipun ruang gerakku agak sempit, namun aku menjamin tempat ini sangat ketat pengawasan dan keamanan. Mungkin aku disini tak akan lama-lama lagi. Aku harus bersiap untuk keluar melihat keramaian dan kebahgian yang aku dengarkan ruangan ini. Ketika keluar nanti ingin berterima kasih kepada dua sayapku yang selalu menjadi bodyguard ketika aku disini. Dan tak cukup itu. Akupun harus membahgiakannya meski aku tak tahu bagaimana caranya. Habis keluar dari ruangan ini aku ingin selalu bersama mereka selalu dan melihat senyumnya. Ketika aku keluar nanti aku ingin semua berbahagia dan senang karena aku semua. Karena hanya aku yang akan keluar dan mereka yang tak lolos seleksi masuk ruang ini.
Sederet curhat ketika masih berhalusinasi di pangkuan ibu.

Kini aku tak dirawat oleh mereka. Apapun yang kubayangkan dulu hanya sebatas bayangan. Aku dilempar kesana dan kemari bagaikan bola. Sejahat itu kah engkau sayapku. Padahal aku ingin sekali bersama kelian berdua. Apa sebab engkau lakukan ini. Aku tidak mau bersama dengan mereka yang hanya memberiku sesuap makan yang tanpa gizi untuk nanti. Aku hanya ingin bersama mereka yang konon katanya sering tidak makan untuk mendapat gizi.

Cukup setengah hari saja dogma mereka yang memberiku makan tanpa gizi ini. Separuh waktuku dalam sehari wajib untuk mereka yang gemar berdendang tetang sutra lengkok. Kalau sampai masa tenggangku bersama pihak pertama ditambah, apa yang akan terjadi dengan ideologi keagamaanku nanti. Apa mereka mau bertanggumg jawab atas segalanya.

Sayapku dua ini selalu saja mentaati sistem yang mungkin rumit dan bahkan tidak wajar manfaatnya. Kalau aku biarkan mungkin yang terjadi seperti itu, pun pula kalau tidak dibiarkan yang pasti lumayan tidak seperti itu. Aku takut memberi beban kepada engkau berdua.

Aku berharap hari-hariku sering bersama dengan kedua sayapku dari pada mereka yang tak tau sistem tapi menerapkan sistem.

14 Agustus 2016

 
Copyright © 2011. PELAJAR NUSANTARA - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger