SADAR

SADAR

Tidak semua orang bisa menganggap dirinya yang paling salah dan juga yang paling benar. Meski tidak ada data yang valid bahwa mahasiswa yang religius akan lebih merendah dari para mahasiswa yang progresif. Dalam hal ini diperlukan sebuah kesadaran dalam berbagai aspek kehidupan. Kesadaran memang luas maknanya.

Raden Said

Raden Said

Raden Said adalah putra raja Tuban yaitu Tumenggung Wilatikta. Dia adalah pemuda yang rajin dan bijaksana. Dia juga selalu membaca al Quran setiap malam. Sayangnya dia tidak suka dengan keadaan masyarakat yang terlantar karena adanya perang saudara yang berkepanjangan. Akhirnya, ada kesenjangan kaum kaya dan miskin. Dan Raden Said menyadari hal itu.

Hingga pada suatu malam dia menyelinap memakai topeng untuk mencuri di rumah orang-orang kaya untuk dibagikan hasilnya pada orang-orang yang miskin dan berujung pada pengusirannya di
Dalam pengusirannya itu raden said masih melakukan pekerjaan yang dianggap halal tersebut.

Dalam suatu hari dia melihat seorang kakek tua yang memegang tongkat berkilai seperti emas. Raden said akhirnya merampas tongkat yang dipegang oleh kakek tersebut dengan kasar hingga akhirnya kakek tersebut terjungkal dan menangis secara tiba-tiba. Raden Said bertanya "Kenapa engkau menangis kakek tua, apakah karena tongkatmu ini?"
Kakek tua menjawab "Tidak Wahai anak muda, aku menangis karena aku telah mencabut rumput-rumput yang tidak bersalah, dan apa yang engkau butuhkan dari aku?",
"Aku hanya butuh tongkatmu ini untuk aku bagikan ke mereka kaum miskin",
"Kalau begitu lihatlah kacang-kacang emas itu, silahkan kau ambil sepuasmu, dan kembalikan tongkatku"
Akhirnya dia mengembalikan tongkat kakek tersebut dan segara menuju kepohon kelapa yang berbiji emas tersebut, disamping itu kakek tersebut hilang dan berjalan dengan cepat. Karena tingginya pohon kelapa tersebut dia meloncat-meloncat dan menimbulkan rontoknya biji-biji kelapa tersebut dan menimpa kepala raden said hingga menyebabkan dia pingsan.
Ketika sadar dari pingsannya bahwa dia telah ditipu oleh kakek tua tadi.

Akhirnya raden said mengejarnya dan mempertemukannya di dekat sungai untuk dimantai menjadi gurunya. Dan sang kakek tersebut bersedia asalkan dia mau menjaga tongkat yang ditancapkan dipinggir sungai. Dan kakek tua itu meninggalkan raden said bersama dengan tongkatnya selama bertahun-tahun.

Pada beberapa tahun berikutnya kakek tua itu bernama sunan bonang baru mengingat kalau dia mempunyai murid yang menjagakan tongkatnya didekat sungai tersebut. Akhirnya dia langsung bergegas kesana dan membangunkan raden said hingga akhirnya raden said diberi julukan SUNAN KALIJAGA.

Raden Said is the son of the king of Tuban, Tumenggung Wilatikta. He is a diligent and wise young man. He also always reads the Quran every night. Unfortunately he does not like the state of society displaced by the prolonged civil war. Finally, there is a gap between rich and poor. And Raden Said is aware of it. Until one night he sneaks in a mask to steal in the house of the rich to share the results with the poor and leads to his expulsion at In the expulsion was raden said still doing work that is considered halal. In one day he saw an old grandfather holding a gold-valued stick. Raden said finally seized the stick that was held by the grandfather with a rough until finally the grandfather was tipped and cried suddenly. Raden Said asked "Why are you crying old grandfather, is it because of your wand?" The old grandfather replied "No Oh young man, I cry because I have pulled out the innocent grass, and what do you need from me?", "I just need your wand for me to share with them the poor", "Then look at those gold beans, please take your fill, and return my wand" Finally he returned the grandfather's wand and immediately headed for the coconut palm seeds of gold, besides that grandfather was lost and walked quickly. Because of the height of the coconut tree he jumped up and caused the fall of the coconut seeds and hit the head of raden said to cause him fainted. When conscious of his unconscious that he had been deceived by the old grandfather. Finally raden said chase him and bring him near the river to be slaughtered into his teacher. And the grandfather is willing as long as he wants to keep the stick that ditebapkan on the edge of the river. And the old man left Raden said with his wand for years. In the next few years the old grandfather was called a new bonanza remembering that he had a disciple keeping his wand near the river. Finally he immediately rushed there and wake up raden said until finally said raden said nickname SUNAN KALIJAGA.

Tewah Teweh

Tewah Teweh

Langkah kakinya bertatih tatih
Terkasan memang pintar
Semburat wajahnya begitu pongah
Mulutnya tanpa tulang meliuk-liuk bagai angin berlalu
Anggapannya dia memang sempurna tapi dia menganggap juga hanya Dia yang sempurna, dan akhirnya kembambungan yang diperolehnya,
Ditumbangkan oleh keadaan.
Hatinya terajut dalam memorry otak dan the power of negatif thinking.

Perpustakaan dan Ekstra Kurikuler di Sekolah

Perpustakaan dan Ekstra Kurikuler di Sekolah

Menurut data yang dimiliki Perpustakaan Nasional, setidaknya di Indonesia perpustakaan di setiap provinsi sudah ada kecuali Kalimantan Utara. Kalimantan Utara sedang dalam proses penyusunan lembaga menuju badan atau setidaknya kantor. Kemudian, kabupaten kota yang jumlahnya di Indonesia 514, telah ada 497 perpustakaan atau 97 persen. Kemudian dari 77.095 desa/kelurahan yang ada di Indonesia, telah terbentuk 23.281 perpustakaan desa/kelurahan atau sekitar 30 persen. Dan dari sekolah/madrasah baik negeri maupun swasta yang ada di Indonesia sebanyak 258 ribu lebih, telah terbentuk perpustakaan sebanyak 118. 599 di sekolah/madrasah. Dan di perguruan tinggi, dari 4.297 telah terbentuk 2.428 atau lebih dari 50 persen. Kemudian dari lembaga/instansi pemerintah maupun swasta, sebanyak 389.257 telah ada perpustakaan sebanyak hampir 9.000 atau masih dua persen. Kemudian dari rumah ibadah, dari satu juta lebih, baru terbentuk kelembagaannya 3.000 perpustakaan dan komunitas baru 780-an.

Berdasarkan data yang dilansir dari perpusnas.go.id tentang jumlah perpustakaan dan sekolah yang tersebar di Indonesia. Jumlah perpustakaan masih belum merata dari masing-masing sekolah. Dapat di artikan bahwa ada sekolah yang mungkin belum ada perpustakaannya. Data tersebut belum termasuk data pengunjung tiap harinya ke perpustakaan.

Adapun pengertian menurut kamus besar bahasa Indonesia online, perpustakaan adalah
Keberadaan perpustakaan tempat, gedung, ruang yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku dan sebagainya atau koleksi buku, majalah, dan bahan kepustakaan lain yang disimpan untuk dibaca, dipelajari, dibicarakan merupakan sebuah penyangga bagi para siswa intelektualis. Sedangkan menurut Sulistyo-Basuki (1991:3)
Perpustakaan ialah sebuah ruangan, bagian sebuah gedung.ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca, bukan untuk dijual.

Akhir-akhir ini banya sekolah yang kurang maksimal dalam pengelolaan perpustakaan. Terbukti dengan data yang tertera di atas. Sehingga dampak yang akan datang pada tahun selanjutnya adalah menurunnya dunia literasi, maraknya unsur copy paste, merambahnya plagiatisasi kepenulisan dalam karya ilmiah.

Pendidikan sebagai bisnis

Pendidikan sebagai bisnis

Bisnis merupakan kegiatan yang akhir-akhir ini semakin banyak diminati oleh kalangan muda awal menuju tengah abad ini. Menurut Kamus besar bahasa Indonesia, bisnis adalah usaha komersial dalam dunia perdagangan; bidang usaha; usaha dagang. Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

Seiring dengan berkembangnya zaman dan modernisasi yang berkembang begitu pesat. Indonesia memiliki banyak pembaharuan bahasa dan istilah. Dalam dunia perdagangan ada enterpreneurship, wirausaha, wiraswasta, bisnis, investasi, tranding dan lain sebagainya. Sehingga di butuhkan suatu pemahaman yang komprehensif untuk tidak salah dalam penyebutan istilah tersebut dalam segi utilitas. Dalam tulisan kedepannya kita akan membahas lebih dalam tentang kewirausahaan dalam pendidikan, perbedaan wirausaha dan wiraswasta dan bisnis kotor dalam pendidikan.

Menurut Daoed Yoesoef (1981:78) Wiraswasta merupakan dipimpin usaha, baik secara teknis atau ekonomis dengan aspek fungsional seperti: telah, mengurus, mengambil tantangan ketidakpastian, bisnis baru mempe-lopori, penemu (inovator) atau peniru (imitator); dengan cara mengejar keuntungan maksimum dan manfaat serta membawa bisnis untuk kemajuan, perluasan, pengembangan, melalui kepemimpinan ekonomi untuk meningkatkan prestise, kebebasan, kekuasaan. Menurut kbbi.web.id wiraswasta adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya. Adapun menurut Arif F. Hadipranata yang dilansir dari www.spengetahuan.com wirausaha merupakan sosok yang mengambil resiko yang dibutuhkan untuk mengelola & mengatur segala urusan serta menerima sejumlah keuntungan financial maupun non financial.
Kalau kita lihat dari pemahaman bahasa, memang ada sedikit kesamaan namun ada perbedaan. Lebih jelasnya kedua istilah tersebut masih di naungi dari pemahaman tentang bisnis

Perkembangan dan pertumbuhan berbagai aspek bisnis di Indonesia mulai menjamur. Segala aspek kehidupan disulap secara ajaib oleh para pebisnis-pebisnis kotor. Bahkan yang dulunya untuk ajang sebagai beramal untuk menjalankan sifat ikhlas, sekarang di rubah menjadi suatu bisnis yang sampai pada urusan duniawi tidak sampai pada ukhrowi.

Aspek yang paling berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari adalah pendidikan. Menurut Bapak Nur Hamidi dalam mengampu mata kuliah Kepemimpinan Pendidikan, pendidikan adalah proses memanusiakan manusia.

00.00

00.00

Merohanikan dunia sebagai manifestasi bermesrahan dengan Allah

 
Copyright © 2011. PELAJAR NUSANTARA - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger