Raden Said
Raden Said adalah putra raja Tuban yaitu Tumenggung Wilatikta. Dia adalah pemuda yang rajin dan bijaksana. Dia juga selalu membaca al Quran setiap malam. Sayangnya dia tidak suka dengan keadaan masyarakat yang terlantar karena adanya perang saudara yang berkepanjangan. Akhirnya, ada kesenjangan kaum kaya dan miskin. Dan Raden Said menyadari hal itu.
Hingga pada suatu malam dia menyelinap memakai topeng untuk mencuri di rumah orang-orang kaya untuk dibagikan hasilnya pada orang-orang yang miskin dan berujung pada pengusirannya di
Dalam pengusirannya itu raden said masih melakukan pekerjaan yang dianggap halal tersebut.
Dalam suatu hari dia melihat seorang kakek tua yang memegang tongkat berkilai seperti emas. Raden said akhirnya merampas tongkat yang dipegang oleh kakek tersebut dengan kasar hingga akhirnya kakek tersebut terjungkal dan menangis secara tiba-tiba. Raden Said bertanya "Kenapa engkau menangis kakek tua, apakah karena tongkatmu ini?"
Kakek tua menjawab "Tidak Wahai anak muda, aku menangis karena aku telah mencabut rumput-rumput yang tidak bersalah, dan apa yang engkau butuhkan dari aku?",
"Aku hanya butuh tongkatmu ini untuk aku bagikan ke mereka kaum miskin",
"Kalau begitu lihatlah kacang-kacang emas itu, silahkan kau ambil sepuasmu, dan kembalikan tongkatku"
Akhirnya dia mengembalikan tongkat kakek tersebut dan segara menuju kepohon kelapa yang berbiji emas tersebut, disamping itu kakek tersebut hilang dan berjalan dengan cepat. Karena tingginya pohon kelapa tersebut dia meloncat-meloncat dan menimbulkan rontoknya biji-biji kelapa tersebut dan menimpa kepala raden said hingga menyebabkan dia pingsan.
Ketika sadar dari pingsannya bahwa dia telah ditipu oleh kakek tua tadi.
Akhirnya raden said mengejarnya dan mempertemukannya di dekat sungai untuk dimantai menjadi gurunya. Dan sang kakek tersebut bersedia asalkan dia mau menjaga tongkat yang ditancapkan dipinggir sungai. Dan kakek tua itu meninggalkan raden said bersama dengan tongkatnya selama bertahun-tahun.
Pada beberapa tahun berikutnya kakek tua itu bernama sunan bonang baru mengingat kalau dia mempunyai murid yang menjagakan tongkatnya didekat sungai tersebut. Akhirnya dia langsung bergegas kesana dan membangunkan raden said hingga akhirnya raden said diberi julukan SUNAN KALIJAGA.
Raden Said is the son of the king of Tuban, Tumenggung Wilatikta. He is a diligent and wise young man. He also always reads the Quran every night. Unfortunately he does not like the state of society displaced by the prolonged civil war. Finally, there is a gap between rich and poor. And Raden Said is aware of it. Until one night he sneaks in a mask to steal in the house of the rich to share the results with the poor and leads to his expulsion at In the expulsion was raden said still doing work that is considered halal. In one day he saw an old grandfather holding a gold-valued stick. Raden said finally seized the stick that was held by the grandfather with a rough until finally the grandfather was tipped and cried suddenly. Raden Said asked "Why are you crying old grandfather, is it because of your wand?" The old grandfather replied "No Oh young man, I cry because I have pulled out the innocent grass, and what do you need from me?", "I just need your wand for me to share with them the poor", "Then look at those gold beans, please take your fill, and return my wand" Finally he returned the grandfather's wand and immediately headed for the coconut palm seeds of gold, besides that grandfather was lost and walked quickly. Because of the height of the coconut tree he jumped up and caused the fall of the coconut seeds and hit the head of raden said to cause him fainted. When conscious of his unconscious that he had been deceived by the old grandfather. Finally raden said chase him and bring him near the river to be slaughtered into his teacher. And the grandfather is willing as long as he wants to keep the stick that ditebapkan on the edge of the river. And the old man left Raden said with his wand for years. In the next few years the old grandfather was called a new bonanza remembering that he had a disciple keeping his wand near the river. Finally he immediately rushed there and wake up raden said until finally said raden said nickname SUNAN KALIJAGA.