Perpustakaan dan Ekstra Kurikuler di Sekolah
Menurut data yang dimiliki Perpustakaan Nasional, setidaknya di Indonesia perpustakaan di setiap provinsi sudah ada kecuali Kalimantan Utara. Kalimantan Utara sedang dalam proses penyusunan lembaga menuju badan atau setidaknya kantor. Kemudian, kabupaten kota yang jumlahnya di Indonesia 514, telah ada 497 perpustakaan atau 97 persen. Kemudian dari 77.095 desa/kelurahan yang ada di Indonesia, telah terbentuk 23.281 perpustakaan desa/kelurahan atau sekitar 30 persen. Dan dari sekolah/madrasah baik negeri maupun swasta yang ada di Indonesia sebanyak 258 ribu lebih, telah terbentuk perpustakaan sebanyak 118. 599 di sekolah/madrasah. Dan di perguruan tinggi, dari 4.297 telah terbentuk 2.428 atau lebih dari 50 persen. Kemudian dari lembaga/instansi pemerintah maupun swasta, sebanyak 389.257 telah ada perpustakaan sebanyak hampir 9.000 atau masih dua persen. Kemudian dari rumah ibadah, dari satu juta lebih, baru terbentuk kelembagaannya 3.000 perpustakaan dan komunitas baru 780-an.
Berdasarkan data yang dilansir dari perpusnas.go.id tentang jumlah perpustakaan dan sekolah yang tersebar di Indonesia. Jumlah perpustakaan masih belum merata dari masing-masing sekolah. Dapat di artikan bahwa ada sekolah yang mungkin belum ada perpustakaannya. Data tersebut belum termasuk data pengunjung tiap harinya ke perpustakaan.
Adapun pengertian menurut kamus besar bahasa Indonesia online, perpustakaan adalah
Keberadaan perpustakaan tempat, gedung, ruang yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku dan sebagainya atau koleksi buku, majalah, dan bahan kepustakaan lain yang disimpan untuk dibaca, dipelajari, dibicarakan merupakan sebuah penyangga bagi para siswa intelektualis. Sedangkan menurut Sulistyo-Basuki (1991:3)
Perpustakaan ialah sebuah ruangan, bagian sebuah gedung.ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca, bukan untuk dijual.
Akhir-akhir ini banya sekolah yang kurang maksimal dalam pengelolaan perpustakaan. Terbukti dengan data yang tertera di atas. Sehingga dampak yang akan datang pada tahun selanjutnya adalah menurunnya dunia literasi, maraknya unsur copy paste, merambahnya plagiatisasi kepenulisan dalam karya ilmiah.
Posting Komentar