Pendidikan sebagai bisnis
Bisnis merupakan kegiatan yang akhir-akhir ini semakin banyak diminati oleh kalangan muda awal menuju tengah abad ini. Menurut Kamus besar bahasa Indonesia, bisnis adalah usaha komersial dalam dunia perdagangan; bidang usaha; usaha dagang. Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Seiring dengan berkembangnya zaman dan modernisasi yang berkembang begitu pesat. Indonesia memiliki banyak pembaharuan bahasa dan istilah. Dalam dunia perdagangan ada enterpreneurship, wirausaha, wiraswasta, bisnis, investasi, tranding dan lain sebagainya. Sehingga di butuhkan suatu pemahaman yang komprehensif untuk tidak salah dalam penyebutan istilah tersebut dalam segi utilitas. Dalam tulisan kedepannya kita akan membahas lebih dalam tentang kewirausahaan dalam pendidikan, perbedaan wirausaha dan wiraswasta dan bisnis kotor dalam pendidikan.
Menurut Daoed Yoesoef (1981:78) Wiraswasta merupakan dipimpin usaha, baik secara teknis atau ekonomis dengan aspek fungsional seperti: telah, mengurus, mengambil tantangan ketidakpastian, bisnis baru mempe-lopori, penemu (inovator) atau peniru (imitator); dengan cara mengejar keuntungan maksimum dan manfaat serta membawa bisnis untuk kemajuan, perluasan, pengembangan, melalui kepemimpinan ekonomi untuk meningkatkan prestise, kebebasan, kekuasaan. Menurut kbbi.web.id wiraswasta adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya. Adapun menurut Arif F. Hadipranata yang dilansir dari www.spengetahuan.com wirausaha merupakan sosok yang mengambil resiko yang dibutuhkan untuk mengelola & mengatur segala urusan serta menerima sejumlah keuntungan financial maupun non financial.
Kalau kita lihat dari pemahaman bahasa, memang ada sedikit kesamaan namun ada perbedaan. Lebih jelasnya kedua istilah tersebut masih di naungi dari pemahaman tentang bisnis
Perkembangan dan pertumbuhan berbagai aspek bisnis di Indonesia mulai menjamur. Segala aspek kehidupan disulap secara ajaib oleh para pebisnis-pebisnis kotor. Bahkan yang dulunya untuk ajang sebagai beramal untuk menjalankan sifat ikhlas, sekarang di rubah menjadi suatu bisnis yang sampai pada urusan duniawi tidak sampai pada ukhrowi.
Aspek yang paling berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari adalah pendidikan. Menurut Bapak Nur Hamidi dalam mengampu mata kuliah Kepemimpinan Pendidikan, pendidikan adalah proses memanusiakan manusia.
Posting Komentar